Jumat, 27 April 2012

La Tahzan Teens :)


Pasti kamu pernah berada dalam kondisi tertekan, takut, dan bersedih. Berbagai masalah tak kunjung selesai, berbagai penderitaan tak pernah berhenti. Menghadapi kondisi seperti ini, Allah berpesan, La takhaf wa la tahzan ( jangan takut dan jangan bersedih ). Namun, bisahkah kita? Benarkah kesedihan itulah justru sumber kebahagiaan kita? Bisakah kita tidak takut dan tidak bersedih? Pasti bisa.
            Entah kenapa waktu aku sedih, kecewa, mau nangis , baca buku ini lega banget rasanya, Hehee. Setelah berkali-kali baca buku ini terutama saat hati galau aku sadar rasanya gak pantes banget aku sedih hanya karena masalah yang mungkin tidak terlalu penting untuk saat ini (apa belum terlalu penting yaa?) hehe gak tau deh, masalah yang gak ada apa-apanya. Banyak kalimat-kalimat motivatif yang membuat aku tersadar dan merenungkan setiap maknanya :

  •   Berhentilah sejenak, dengarkan adzan dengarkan seruan ajaibnya Hayya’ alal falah (mari meraih kebahagiaan) melalui shalat. Di tengah kesibukan yang membuat kita seperti kelinci yang sedang mengejar-ngejar wortel yang digantung di depan mata kita, berhenti sejenak amatlah penting. Shalat adalah menciptakan waktu luang diantara deru kesibukan yang membuat kita lupa diri. Dengarkan dengan khidmat “Mari menuju kebahagiaan!” Lalu bisikkanlah, “ Aku mau ya Allah, aku datang kepadaMu".

  • Semua ada waktunya bertindaklah perlahan seperti matahari yang tidak pernah lebih cepat terbit atau tenggelam. Apabila matahari terbit lebih cepat , bencana akibatnya . Begitu pun jika kita sukses terlalu cepat, niscaya ada bencana yang muncul, walaupun kita tidak menyadarinya.

  • Hendaklah kamu puas dengan apa yang telah Allah bagikan untuk kamu, kamu akan menjadi manusia yang paling kaya dengan banyak bersyukur.
  • Pertolongan Allah amatlah dekat. Akan tetapi, Allah sendiri yang menjanjikan dan menentukan saatnya. Dia tidak akan menyegerakan bantuanNya hanya karena ketergesaan hamba.
  • Kekayaan tidak dapat menjamin kebahagiaan.
  • Jangan pernah melamun, tetaplah ada yang diingat karena begitu engkau melamun, jin-jin iseng akan mengambil alih kesadaran.
  • Di hari kiamat , manusia dibangkitkan di padang Mahsyar. Ketika Allah membangkitkan seorang mukmin, dibnagkitkan pula seseorang seperti dia. Orang itu berjalan di depan dia, seraya membimbing. Ketika ada hal yang menakutkan kawannya mententramkannya, ketika ada hal yang menyedihkan kawannya menghiburnya. Pada akhir pengadilan ia mendengar keputusan masuklah ia ke surga, kawannya mengantar menuju tempat kebahagiaan. Mukmin terpesona dengan pembelaan kawannya dan bertanya “Siapakah kamu?” orang itu berkata “ Dahulu di dunia , setiap kali kamu mamasukkan rasa bahagia kepada sesama manusia, Allah menciptakan makhluk sepertiku untuk memberikan kebahagiaan pada hari ini”.
  • Jangan bersedih karena segala kesusahan adalah cara Allah agar kita tambah dewasa, tambah kuat, dan tambah menghargai hidup.
  • Jika ingin hidup bahagia, puaslah dengan yang telah diberikan Allah.semua orang sukses mempunyai rumus yang sama. “ terimalah dengan lapang dada anugerah yang diberikan meskipun belum memenuhi harapan. Terimalah, tanpa merasa kekurangan.
  • Tidak ada alasan untuk bersedih, tetap ridholah dengan bagian yang diberikan Allah.                     That’s all.. so touched..
Dari sini aku belajar untuk memahami dan menghayati kesedihan, dan kemudian membalikkannya menjadi jalan kebahagiaan.
So, kenapa harus bersedih? La Tahzan innallaha ma'ana :) :) 

Rabu, 25 April 2012

Makna Kesetiaan


Kesetiaan sejati tidaklah dipandang dari seberapa lama kau bersama dia,
atau seberapa besar pengorbananmu untuknya,
atau bahkan seberapa besar kau pertaruhkan nyawamu untuk melindunginya,
melainkan seberapa siap kau melepaskannya untuk mengabdi dijalan Tuhannya yang maha pemilik kesetiaan…

Dandelion’s Promise


The promise that we will grow up together,
So full of sincerity, never ending chats about the past
I can no longer tell the difference,
Are you a friend?
Or a love that has passed me by..

Minggu, 15 April 2012

Rinduku

Rinduku padaMu seperti daun jati kering yang berdesah-desah ditiup angin kemarau.
Aku mencoba menapaki titian jazirah cahayaMu dalam petangnya hati.
Terus mencari dimanakah arah sinar yang akan menunjukkanku ke jalanMu yang suci.
Gemericik air wudhu ku susuri ditengah telaga hampa.
Dalam gersangnya jiwa, di pojok sudut hati..
Ku bersujud dan berpasrah tentang kisahku padaMu, Tuhan.