Kamis, 10 November 2011

Surat Untukmu



Ku tulis surat ini
Kala hujan gerimis
Gemericik saling berebut
Ku tulis surat ini
Kala langit menangis
Rintik-rintik bersama angin
Kaki-kaki hujan yang tegas
Menapakkan ujungnya dibumi
Tetes demi tetes cinta yang tajam
Bagai logam indah nan gemerlapan
Yang  tergores oleh sepercik nila.

Rasa ini selalu menahanku dalam hening,
Kau tentu tahu,
Namun belum mengertikah?
Rasa  yang bermula dari kata,
sebuah ketulusan.
Rasa yang terdalam, lubuk hati.
Semakin deras menjamah ruang kesadaran
Titik titik kecil kemurnian yang sesungguhnya tak lagi diharapkan
Tumpahlah gerimis
Angin dan kasih
Mendesah dalam gerimis
Menyergap diri
Tuk tetap menjaga hati...


30 Agustus 2011

Tak Mengerti

Kehidupan yang tak ku mengerti
Merangkak dalam tonggak
Menengadah dalam gundah

Mentari kembali diulur sinarnya
Sehingga jatuh di penghujung senja
Malam merengkuh seluruhku
Tak setetes peluh ataupun sehembus kabut
Bahkan ku biarkan diriku hilang
Di telan kegelapan....

Pekalongan, 19 Juni 2011

Masih Sama

Tersimpan dalam hati hingga esok hari
Lelah menyimpan ini semua
Esok pagi kan sama seperti hari ini
Menyisakan duri,
Menyisakan perih,
Menyisakan hening,

Kecewa

Sebuah kata..
K E C E W A
Membentuk garis – garis
Memenuhi gambaran puisiku
Beterbangan..
Melambung menyentuh awan
Meluluhkan semua kata
Untuk dilipat dan dibuang
Ke tempat yang jauh dari jangkaumu....

Pekalongan, 20 Juni 2011

Selasa, 12 Juli 2011

Nantikanku Dibatas Waktu (Edcoustic)

Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan


Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu

Di Persimpangan Aku Berdiri (Edcoustic)

Cukuplah...
kusimpan semua ceritaku
yang dulu

Tentangku...
tentang apapun yang membuatku
tiada berarti

Di Persimpangan aku...
berdiri
membisu
harus kuputuskan
kemanakah ku melangkah...

Jangan lagi
usikku meski aku tak tau
kemana lagi aku berlari
kejar harapan
yang sempat mengelam
biarkanlah
kuhidup dengan nafas yang baru
nafas yang menyimpan kedamaian
di persimpangan
aku berdiri

Cukup Januari kemarin kutinggalkan
kelamku...
tentangku
dan masa lalu yang membuatku
tiada berarti

Sendiri Menyepi (Edcoustic)

Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan

perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

benderang di hidupku..


* suka lagu ini :)

Sabtu, 09 April 2011

Rapuh

Saat kupu tak lagi terbang ke gugusan bintang-bintang
Sepi..
Sunyi..
Hampa..
Menyerahkan diri ke rangkulan sayap indahnya
Tak lagi menemani bunga tuk tersenyum
Sekalipun madu bersemayam dibalik tirai keharuman
Terselimuti pekat yang gelap
Bersemayam dalam kalbu hitam
Menerawang jauh..
Bak bayangan fatamorgana
Yang terus menerus menghantui
Hanya harapan..
Hanya mimpi yang melambung jauh ke angkasa
Akankah kebimbangan terus berkuasa?
Menjalar ke seluruh akal pikiran
Hingga jiwa menjadi rapuh, jenuh
Sang suryapun enggan menyapa
Karna kupu tak juga mampu melewati keresahan
Ucaplah janji tuk bangkit dari keterpurpukan
Hidup ini berwarna bila tersentuh indahnya
Layaknya kicauan burung bersama eloknya pagi..

Rabu, 06 April 2011

Sabda Pandita

Satu nafas terhembus adalah kata
Resah, haru dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautan, tangan terikat, bibir membisu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu
Di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya pasir tertiup saja lalu hilang
Terbang tak ada
Gerimis mempercepat kelam
Maka fikirkanlah segala sesuatu dengan tenang
Sebelum berakhir pada kegalauan...

Hanya Ilusi

Dalam diam
Dalam sepi yang menyengat
Menanti sesuatu yang tak pasti
Menanti dalam teduhnya hati
Senja di pelabuhan kecil
Menanyakan pada kapal, perahu yang tiada berlaut
Desir air mulai menderu
Seakan mengungkapkan tabir yang telah terjadi, mendengar semua jeritan jiwa
Memaksa tuk lepaskan semuanya
Dan kini
Hilanglah ombak,
Tiada lagi
Di sendu penghabisan
Hanya ilusi tiada memiliki arti..

Aku Tahu

Aku terpaku..
Kamu membisu..
Kita sama-sama tahu..
Dan, senyum kita kaku..
Inikah caramu..
Sikapmu padaku..
Membuatku tahu, tentang semua itu..

Jumat, 01 April 2011

Indahnya Hujan

Seeing d’rain... :)



Rintik hujan berjatuhan dari gumpalan awan kelabu

Membentuk rinai-rinai nan bening

Menitik pada bumi yang gersang

Menimbulkan suara sendu namun indah

Menetes diantara ujung dedaunan dan rumput laksana embun pagi

Harum menyerbak hembusan tanah basah oleh hujan

Rinai-rinai berjatuhan …

Rintik yang meneduhkan dan membawa kesejukan

Bukan kesengsaraan

Terima kasih, Allah…

Cinta-Mu lah yang membawa anugerah

Menumbuhkan sejuta cinta dan kedamaian

Dalam senyuman indah bunga-bunga yang merekah

Dan segarnya dedaunan yang hijau

Membuat diri tersadar…

Nikmat Tuhan manakah yg dapat kamu dustakan…

Keep Consistent

31 Maret 2011 (22:20) @ My Room On Boarding House.


Subhanallah..
Subhanallah...
Subhanallah....
Melted, Meleleh, “Lumer”...... :’)

Alhamdulillahirrabbilalamiin.. Terima kasih Ya Allah hari ini Engkau telah berikan banyak pelajaran berharga untuk kami. Untuk Aku, Adhel, Lian, Arum, Naya, Nuky, Rima, Amel, Rizka, Dj, Fithor, Bagus, dan semoga juga untuk teman-teman yang lain.

Hari ini aku sungguh bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bisa mengikuti talkshow bersama Ahmad Fuadi, seorang penulis bestseller novel Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna. Dan ternyata... sunggguh diluar dugaan, acaranya menggugah, membangkitkan semangat yang hampir redup, menyegarkan kembali otak yang dilanda kejenuhan, menumbuhkan gejolak untuk tegak bak tiang bendera yang mengibarkan kemenangan.... tanpa menyerah, tanpa lelah.

Banyak yang beliau sampaikan kepada kami, tentang indahnya bermimpi, menggantungkan semua asa setingi-tingginya, sekalipun kita belum tau apakah kita bisa untuk meraihnya..

Kuncinya yaitu kita harus mempunyai niat kuat. Tancapkan baik-baik pada diri dan hati kita bahwa niat yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula .Ikhlas dalam mengadapi semua skenario yang telah Allah tuliskan atas diri kita, karena memang Dialah Sang maha Misterius..
Sutradara kisah hidup milyaran kehidupan..

Kita juga harus mempunyai impian yang tinggi, sesulit apapun kita mencapainya, sekeras apapun usaha kita, jangan pernah ragu untuk menuliskannya, jangan pernah malu untuk mengatakannya kepada orang lain, dengan demikian akan memunculkan energi positif kepada diri kita bahwa kita mampu untuk mewujudkannya.

Dua mantra yang sungguh dahsyat maknanya jika kita mau mendalami,

“Man Jadda Wajada”
“Man Shabara Zhafira”
Siapa yang bersungguh-sunguh akan berhasil, Siapa yang bersabar akan beruntung.
Sungguh kekuatan tersembunyi yang mampu menggerakkan setiap bagian dari syaraf-syaraf tubuh kita untuk senantiasa berusaha mendapatkan apa yang kita impikan. Selain itu kita juga harus sabar, sabar dalam segala hal. Jangan biarkan hati kita men’dikte’ Tuhan, Allah tahu mana yang terbaik untuk umatNya. Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan...

Dan untuk merealisasikan mimpi-mimpi kita,
Going d extra miles....
sekarang bukan saatnya lagi kita berjalan, kita harus berlari, ya berlari sekencang-kencangnya, sprinter hingga titik penghabisan. Berusaha diatas rata-rata orang lain. Jika rata-rata orang belajar 3 jam sehari, kita lebihkan menjadi 4 jam sehari, jika yang lain membaca 3 buku, kita membaca 4 buku, Run to Win...!!
Dan yang tak boleh kita lupakan, doa dan tawakal. Sekuat apapun usaha kita jika tidak diiringi dengan dua hal ini, maka semuanya akan sia-sia belaka.
• Rajin berdoa
• Mendoakan orang lain
• Minta didoakan oleh orang lain


And the most important we have to know,
Keep Consistent .. :)
Tetaplah konsisten dan istiqomah dengan apa yang kita lakukan. Satu hal inilah yang masih sulit untuk dilakukuan, setidaknya itu menurut aku, dan sekarang aku masih belajar untuk tetap konsisten, karena kunci sukses yang paling mahal adalah harga konsisten. Insya Allah bisa.
Cemungudh !! hehehe...

The last,
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain =)
Semoga bermanfaat.

Minggu, 27 Februari 2011

aku bingung

aku bingung pengen nulis apa.
aku bener bener bingung.
aku bingung tauk.
bingung.
bingung.
bingung.
tar..tar..tar..
aku meh mikir ( adhel copy)
but... this is so blank....

Rabu, 26 Januari 2011

When You believe

Many nights we've prayed.
With no proof anyone could hear.
In our hearts a hopeful song we barely understood.

Now we are not afraid.
Although we know there's much fear.
We were moving mountains long.
Before we, we knew we could.

There can be miracles.
When you believe.
Though hope is frail.
It's hard to kill.
Who knows what miracles.
You can achieve.
When you believe.
Somehow you will.
You will when you believe.

In this time of fear.
When prayer so often proves in vain.
Hope seems like a summer bird just swiftly flown.
And I'm standing here.

My heart's so full, I can explain.
Seeking faith and speaking word I never thought I'd say.

They don't always happen when you ask.
And it's easy to give in to your fears.
But when you're blinded by your pain.
Can't see your way to get through the rain.
A small but still, resilient voice.

Says love is very near..

Minggu, 09 Januari 2011

my first day...:)

wakakakakaaaaaa.....:)
09 01 11
hari pertama bikin blog...
Akhirnya jadi juga bikin blog..:)

hhmmm..
januari bulan penuh tanda tanya, banyak hal yang membingungkan, menyebalkan, menyakitkan, menyenangkan bercampur jadi satu...
hufff....




hope,,
tommorow will be okay... :)