Kamis, 04 September 2014

Terkadang

Terkadang, kita sering lupa dengan ucapan kita sendiri,
Terkadang kita sering lalai dengan tindakan kita sendiri,
Terkadang pernah kita menasihati untuk tidak ini, untuk tidak itu, namun kita sendiri lah yang akhirnya melakukannya.
Maka mari bercermin, mari berintrospeksi.
Bahwa manusia tak pernah ada yang sempurna.
Bahwa apa yang kita sampaikan lihatlah diri sendiri terlebih dulu.
Mari melihat kedalam,
Sudahkah kita?
Mampu kah kita?
Seperti itukah kita?
Memperbaiki diri dimulai dari diri sendiri.
Mengajak orang lain pun di mulai dari diri sendiri.
Mengajak dengan memberikan contoh tanpa menggurui mungkin lebih elok
Memberikan teladan yang baik.
Aku pun tak pernah luput dari dosa.
Tapi apakah lebih indah jika kita saling mengingatkan untuk kebaikan?
Bukan saling menggurui

Berdamai dengan diri sendiri
(sabar, syukur, bersahaja)
Berdamai dengan sesama
(member, mengasihi, memaafkan)
Berdamai dengan Allah
(berserah)

:”)

Seperti Ilmu Padi



Bersyukur bisa di dekatkan dengan orang-orang hebat,
Orang – orang kreatif,
Orang – orang ber IPK 3,9,
Orang – orang berprestasi…
Jadi merasa rendah, belum apa-apa.
Sungguh tak ada yang bisa kamu sombongkan barang satu pun
Apa yang bisa kamu banggakan?
Maka seperti ilmu padi lah
Semakin berisi, semakin merunduk.
The more you get ‘something’, the more you will realize, how small you are.
Bahwa ada banyak orang – orang hebat di dunia ini,
Bahwa kamu dipertemukan dengan mereka agar kamu bisa belajar, belajar dari lingkungan, belajar untuk pantang menyerah, belajar untuk terus berprestasi.

Keep learning :) keep low profile :)

Rabu, 03 September 2014

The Power of Giving :)

THE POWER OF GIVING J

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Sungguh Allah benar-benar ingin menguji kesabaran umatNya, ingin mengetahui seberapa besar loyal kita terhadapNya?Ah, benar-benar seperti tamparan  halus yang membuatmu malu kepadaNya, malu akan nikmat-nikmatNya. Malu ketika justru tidak bersyukur, malu ketika justru mengeluh, malu ketika hanya berpangku tangan tanpa berusaha, dan parahnya, malu ketika hanya menjudge Dia tidak Maha Pengasih dan Pemberi. Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin hanya bisa menyalahkan Tuhan? Sungguh umat yang seharusnya benar-benar malu.

Sungguh, betapa Allah Maha Baik,
Hanya 5000 saat salat di Ungaran ketika perjalanan berangkat Upgrading Guslat Base di Curug 7 Bidadari, Allah membalasnya 150.000 melalui Tuti.
Hanya 5000 saat menunggu Mas Ian salat di Masjid Sampangan, Allah menggantinya dengan laptop baru Asus putih melalui Abi.
Dan masih banyak ‘hanya-hanya’ yang dibalas begitu luar biasa oleh Allah.
Dan memang benar Allah akan melipatgandakan. Dan memang benar Allah menyukai umatNya untuk berbagi. Dan memang benar Allah ingin menunjukkan itu semua padaku.
Indahnya Berbagi J
The Power of Giving J
Dan dalam keadaan sesempit apapun, percayalah Allah akan membantu, Allah bersama kita everytime and everywhere we are.
Semoga tetap istiqomah dijalanNya.
Terimakasih Ya Allah telah mengingatkanku dengan cara seindah ini :*


Written by Lutfiana Dandelion,
At ma dear room,
Pekalongan
Saturday, March, 29th 2014

11.03pm

Bapak



Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi Bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak. Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Untukmu Ibu, engkau adalah gambaran kesederhanaan sempurna,
Bapak, pekerja keras yang tangguh dan bersahaja.
Tak kan pernah mampu ku berbalas.
Pada mereka tempat kami berbakti.