Hari ini aku pulang. Akhirnya setelah satu bulan lebih, melewati kesibukan diakhir pekan. Besok hari Raya Idul Adha, otomatis jalan rame banget, berkutat dengan debu, asap, karbonmonoksida semua campur menjadi satu, mak blek bertumpah ruah dijalan raya.
Ku lepas pandanganku ke arah trotoar, para pedagang kaki lima, pedagang asongan, bahkan anak-anak belum cukup umur yang mengamen disana sini juga ikut meramaikan. Ah, berbicara tentang kehidupan. Allah memang telah menentukan garis kehidupan masing-masing.
Adzan maghrib telah mendahului berkumandang, rencana untuk buka puasa bersama di rumah musnah sudah. Aku memutuskan untuk buka di jalan, terhenti di Alfamart Batang, dan langsung menyambar sebotol Pocari Sweat, lumayan mampu meluluhkan tenggorokan yang sudah sejak tadi dehidrasi.
Setelah melewati perjalanan yang begitu panjang, dan tentunya lebih lama dari biasanya, akhirnya pukul 20.00 aku sampai rumah juga. Alhamdulillah. Senang rasanya bisa merasakan hawa sejuk rumah, nyaman dan tentram. Ummi langsung menyambut hangat. Hm, Ummi.. sosoknya yang selalu aku rindukan. Begitu tulus, begitu ikhlas. Ku hempaskan tubuhku sejenak di kasur tersayangku. Empuk. Kupejamkan mata. Tersenyum. Kembali ku buka mata, mencoba mengamati kamarku. Dan, ternyata sudah banyak yang berbeda disana. Ada wallsticker Prince and Princess Frog, wallsticker I Love Paris-nya Dek Ami. Ya Paris, ada menara Eiffel-nya juga, indah berdiri tepat di depanku. Paris, someday I ‘ll be there with my beloved one. Tersenyum lagi. Melihat ke sekeliling, cat tembok juga sudah menjadi dua warna, pink dan ungu. Taulah ini pasti juga kerjaannya Dek Ami lagi. Tata letak juga sudah berbeda, ada tambahan gambar kucing di samping pintu masuk. Walau foto kita berdua waktu jaman SD masih indah terpasang disana. Tidak diubah. Dipintu masuk juga dipasang hiasan pintu, apalah itu namanya, aku juga kurang tahu, yang jelas tirai-tirai bintang dan love mewarnai sisi pintu masuk kamar. Menambah kesan terlalu ramai.
Ku dengar suara adik – adikku sedang takbiran di musholla sebelah. Ah, suara Dek Azzam, Dek Tia, apalagi Dek Bagus memang selalu mewarnai malam takbiran di musholla. Kumandang takbir yang dikumandangkan oleh anak-anak seumuran mereka. Saling berebut, berdekat-dekat di microphone, berisik. Polah mereka, mengingatkanku ketika aku juga seumuran seperti mereka. Dan, kembali tersenyum. Masa itu, masa polos, masa tertawa lepas.
Abi pulang dari masjid. Seperti biasa, beliau selalu rajin berjamaah di masjid, selalu mencontohkan yang baik untuk putra-putrinya. Aku kagum pada Abi, dalam diamnya, beliau berdakwah dengan meneladankan langsung. Walau tak banyak bicara, namun perilakunya sarat akan makna. Hmm, entah kenapa aku mendadak terharu, rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Dan malam ini, aku benar-benar bersyukur kepada Allah, telah memberikanku hangatnya keluarga, Abi yang sholeh, Ummi yang penyayang, Kakak-kakak yang peduli dan Adik-adik yang cerdas. Aku juga bersyukur, masih diberikan waktu untuk bisa bercengkrama bersama keluarga, untuk bisa menikmati indahnya malam Idul Adha bersama-sama. Dan dalam hati, sejenak ku panjatkan sebait doa..
“Tuhan… pertemukanlah kami semua dalam Surga-Mu yang indah kelak…”
Pekalongan, 25 Oktober 2012 7.30pm @my room
Tidak ada komentar:
Posting Komentar