Kamis, 10 November 2011

Surat Untukmu



Ku tulis surat ini
Kala hujan gerimis
Gemericik saling berebut
Ku tulis surat ini
Kala langit menangis
Rintik-rintik bersama angin
Kaki-kaki hujan yang tegas
Menapakkan ujungnya dibumi
Tetes demi tetes cinta yang tajam
Bagai logam indah nan gemerlapan
Yang  tergores oleh sepercik nila.

Rasa ini selalu menahanku dalam hening,
Kau tentu tahu,
Namun belum mengertikah?
Rasa  yang bermula dari kata,
sebuah ketulusan.
Rasa yang terdalam, lubuk hati.
Semakin deras menjamah ruang kesadaran
Titik titik kecil kemurnian yang sesungguhnya tak lagi diharapkan
Tumpahlah gerimis
Angin dan kasih
Mendesah dalam gerimis
Menyergap diri
Tuk tetap menjaga hati...


30 Agustus 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar