Rabu, 27 Maret 2013

Teruntuk Beliau



Sore ini mendung, aku suka suasana teduh seperti ini. Di iringi sayup-sayup kumandang adzan ashar yang mengajak kita untuk kembali bermunajat kepadaNya. Suara yang menentramkan jiwa. Sejenak ingatanku melayang ke kampung halamanku, Pekalongan. Sudah satu bulan ini aku belum pulang, ya mungkin aku merindukannya. Rindu akan kehangatan bersama keluarga.
Sebait doa kupanjatkan padaNya. Berharap yang dirindukan selalu dilimpahi dengan keberkahan dan cahayaMu. Aku selalu ingin dan ingin, kelak, aku bisa membuatnya tersenyum, membuat mereka bangga. Membuktikan kepada dunia, beliaulah pelita kami, yang berharga dari kami, motivator kami.
Teruntuk beliau, Umi dan Abi.
Kami sayang. Kami cinta. Kami rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar