Rabu, 03 September 2014

Bapak



Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi Bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak. Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Untukmu Ibu, engkau adalah gambaran kesederhanaan sempurna,
Bapak, pekerja keras yang tangguh dan bersahaja.
Tak kan pernah mampu ku berbalas.
Pada mereka tempat kami berbakti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar