Kadang-kadang, Bapak
cuma mau kamu berada di sisi Bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa
saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak. Bercerita
pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah
tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya
waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cintamu
pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Allah.
Mungkin kamu
mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Bapak bertanya-tanya
sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu?
Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja
sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Untukmu
Ibu, engkau adalah gambaran kesederhanaan sempurna,
Bapak,
pekerja keras yang tangguh dan bersahaja.
Tak
kan pernah mampu ku berbalas.
Pada
mereka tempat kami berbakti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar